Kemendikdasmen Luncurkan Gerakan 1.000 APS SMK Berdaya, Latih Anak Putus Sekolah Jadi Wirausaha
Oleh Admin, 5 Jul 2025
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Gerakan 1.000 APS SMK Berdaya pada Senin (30/6/2025) di Jakarta. Gerakan ini hadir melalui dua program utama, yaitu Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), dengan tujuan memberdayakan anak putus sekolah jenjang SMK melalui pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan.
Mengangkat tema “Kembali Berdaya, Kembali Bermakna,” inisiatif ini melibatkan kolaborasi lintas pihak: Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan 245 lembaga kursus pelatihan (LKP). Para peserta akan mendapatkan pelatihan intensif 1–2 bulan untuk langsung siap kerja atau membuka usaha.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyebut pendidikan berkualitas adalah hak setiap anak. “Program ini memberikan peluang lebih besar bagi anak putus sekolah untuk bersaing di dunia kerja atau merintis usaha,” tegasnya. Ia menekankan bahwa kini yang dibutuhkan adalah kompetensi, bukan semata ijazah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyambut positif gerakan ini karena dapat menjawab tantangan pengangguran di usia produktif. “Revitalisasi dan link and match antara pelatihan dan industri jadi kuncinya,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus Tatang Muttaqin menjelaskan, lulusan PKK akan dibekali sertifikasi dan langsung dihubungkan dengan mitra industri, sedangkan lulusan PKW akan mendapat pendampingan serta modal usaha.
Program ini akan dijalankan di 33 provinsi dan melibatkan LKP yang sudah bekerja sama dengan UMKM, lembaga permodalan, serta platform digital pemasaran.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, menyebut APS masih tinggi di berbagai daerah. Ia berharap pelatihan ini berbasis potensi lokal agar mampu menciptakan usaha berkelanjutan.
Pimpinan LKP Dwi Tunggal Subang, Sulaeha, mengatakan 14 peserta akan dilatih dalam keterampilan tata busana, salah satu bidang yang paling diminati. Peserta program, Nabila Aditya, yang sebelumnya putus sekolah karena faktor ekonomi, berharap bisa membuka usaha jahit setelah menyelesaikan pelatihan.
“Ini seperti melanjutkan mimpi saya,” ungkap Nabila penuh haru.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya